Organisasi

Dari SMP, sebenarnya perempuan yang satu ini udah lumayan tertarik dengan yang namanya organisasi. Dimulai dari perjuangannya untuk mencoba mendaftarkan diri menjadi anggota OSIS. Tapi sayangnya, hanya berhasil hingga tahap wawancara. Tapi itu tidak mebuatnya berkecil hati, karena ia tetap meneruskan langkahnya melalui ekstra kurikuler Rohani Islam SMPN 2 Depok.

Menginjak SMA, ternyata keinginannya untuk tetap aktif di organisasi tidak surut. Pada tahun pertama SMA, ia menjajal organisasi OSIS dan ROHIS SMA Negeri 1 Depok. Saat itu ia ditempatkan pada posisi anggota sekbid C serta divisi Buletin. Berhubung 2 organisasi ini sudah cukup menyita waktunya, maka tak ada kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Kemudian di tahun berikutnya, ada sedikit perubahan dalam langkahnya memilih organisasi. Yup, ternyata dirinya berpindah haluan dengan menjadi anggota MPK atau Majelis Perwakilan Kelas, kebetulan terpilih menjadi ketua komisi H. Tidak hanya itu, dia pun tetap aktif dalam organisasi ROHIS, dan telah naik tingkat menjadi wakil koordinator divisi buletin. Berbeda dengan tingkat pertama, di tahun ini dia menjadi anggota tim ekstrakurikuler RAMPAK KENDANG. Salah satu ekskul kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Menempati posisi memainkan alat musik saron selama dua tahun. Alhamdulillah, ia bersama anggota tim yang lain berhasil tampil di beberapa acara. Salah satunya menjadi pembuka acara F3 di sirkuit sentul.

Semasa kuliah, keinginannya untuk tidak menjadi mahasiswa study oriented sangat kuat, ditambah lagi dorongan dari teman-teman semasa SMA dulu untuk tetap aktif di dunia kampus. Perjalanan organisasi perempuan ini dimulai pada semester kedua. Sebab ternyata tidak mudah untuk terpilih menjadi anggota organisasi di kampus. Kegagalan yang pertama adalah ketika mencoba mendaftar menjadi anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama. Saat itu ia hanya mampu lolos hingga tahap wawancara. Kegagalan yang kedua adalah ketika ia ternyata terlambat untuk mencoba mendaftar menjadi anggota Badan Eksekutif Mahasiswa. Tetapi, kegagalan itu tidak lantas membuatnya putus asa.

Di semester kedua, peluangnya untuk kembali mencoba aktif terbuka lagi. Kali ini, lumayan banyak organisasi yang ia coba masuki. Pertama, Ikatan Keluarga Muslim TPB(IKMT) sebagai bendahara. Kemudian KORAN KAMPUS sebagai kru perusahaan. Selanjutnya ia pun menjadi anggota BEKATUL (Bengkel Karya Tulis) yang merupakan salah satu ekskul dari asrama. Ia juga menjadi anggota dewan Mushola di asrama putri A3 sebagai divisi syi’ar. Selain organisasi kelembagaan, ia pun menjadi anggota UKM fotografi di IPB yaitu SHUTTER.

Berhubung di tingkat pertama ternyata lumayan banyak yang ia ikuti, ternyata hal itu cukup membuat keteteran juga. Itu kenapa sewaktu semester 3 mendadak dirinya vakum dari segala macam aktifitas keorganisasian. Hingga pada akhir tahun 2009 ia pun ditunjuk sebagai anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) untuk Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Ia ditempatkankan pada posisi sekretaris komisi IV yang mengurusi Badan Pengawas himpro dan BSO di FMIPA. hingga november  2010 nanti. Itu artinya, semester 4 ini dirinya hanya aktif pada 1 organisasi. Itu kenapa dirinya seringkali merasa seperti mahasiswa study oriented, meskipun harapannya tidak seperti itu.

Lalu bagaimana selanjutnya…?

Kita lihat saja… ^_^

bit torrents lotus karls mortgage calculator mortgage calculator uk Original premium news theme