15 Aug 2010

Sebuah Permintaan

Author: annisa.anastasia08 | Filed under: fiction

04:30 WIB. Masih 15 menit  sebelum adzan Subuh berkumandang. “Ah, masih 15 menit..” begitu batinnya berucap. Setengah hati dia seret badan kurusnya menuju sebuah meja. Bukan, bukan meja makan dengan hidangan lengkap penggugah selera. Hanya sebuah kotak kayu yang terpaksa disebut meja. Cuma ada sepiring nasi di atasnya, itupun sisa buka kemarin sore yang memang sengaja disisakannya. Lauknya? Cuma beberapa tetes kecap seharga 200 perak.

Laladon..laladoon..Bulak..bulak..!!”

Siang ini cukup terik. Untuk mereka dengan iman tipis, mungkin segelas air mineral dingin akan segera mampir ditenggorokan. Tapi ia tak peduli. Saat ini tugasnya adalah merayu para manusia untuk sudi menaiki angkutan umum milik tuannya. Sama tak pedulinya dengan tenggorokannya yang mungkin keringnya mengalahkan gurun sahara.

Besok lebaran. Dan ini adalah lebaran ketiganya di kota ini. Mudik? Kalau ia datang ke sini bukan karena lari dari masalah, tentu sudah dilakukannya sejak dulu. Masih terekam jelas olehnya kejadian tiga tahun lalu itu. Ketika ia akhirnya memberanikan diri mengajukan sebuah permintaan pada ayahnya. Sebuah keinginan yang sejak kecil begitu ia inginkan, sejak ia menyadari bahwa ia berbeda. Sederhana, mengganti nama agar sesuai dengan kepribadiannya, Ramadhani menjadi Ramadhan. Tapi sayang, baru satu kalimat terucap, sebuah tamparan  keras melayang di pipi yang tak pernah terpoles kosmetik itu.

Tags: , ,

Leave a Reply

bit torrents lotus karls mortgage calculator mortgage calculator uk Original premium news theme