5 Aug 2010

titip absen

Author: annisa.anastasia08 | Filed under: Academic

08.15 WIB. Di sebuah kos-kosan mahasiswa…

“Cuy, gw nitip absen yak. Kesiangan nih gw…..”

Kembali melanjutkan tidur……

=========================================================================================

Hayooo,,, siapa yang pernah kayak gitu…? Bangun kesiangan, padahal 15 menit lagi kuliah dimulai. Niat kuliah entah melayang ke mana. Ambil jalan pintas. Cari hape, ketik beberapa baris kata, pilih kontak yang kira-kira rajin kuliah dan mau dititipin, and then, sending the sms. Hmm…..

Di kampus kita yang tercinta ini, memang ada peraturan yang menyebutkan:

  • Batas keterlambatan adalah 15 menit setelah perkuliahan dimulai,
  • Minimal kehadiran adalah 80%.

Dua peraturan di atas mungkin tidak akan menjadi masalah seandainya tidak memiliki efek samping. Tapi, yang namanya pelanggaran dari suatu peraturan so pasti ada konsekuensinya. Beberapa di antaranya yang paling ditakutkan oleh para mahasiswa adalah:

  1. Tidak diperbolehkan mengikuti ujian
  2. Nilai tidak akan dikeluarkan

Mungkin dua alasan di atas yang menyebabkan seorang mahasiswa “terpaksa” menitipkan absennya lewat temannya. Tapi, coba dibanyangkan seandainya gak ada efek samping seperti di atas. Kira-kira masih banyak yang titip absen gak ya…???

Then, how about me..? Kalau gak salah ingat, Insya Allah belum pernah “berhasil” titip absen. ^_^
Maksudnya….?

Kebetulan sejak SMA memang punya prinsip untuk masuk 100%. Apapun yang terjadi, entah hujan, badai, topan menerjang (Lebaayyy…). Kecuali memang sakit yang bener-bener gak bisa bergerak lagi. Nnah,, prinsip itu tadi Alhamdulillah kebawa terus sampai kuliah. Pernah memang suatu kali gak masuk kuliah karena sakit. Sebenernya bisa-bisa aja masuk tanpa titip absen, istilahnya “ngambil jatah“, tapi berhubung takut bermasalah ke depannya, jadilah ikut nyoba nitip absen. Ehh,, dikira udah diabsenin, ternyata yang dititipin gak baca sms. So, sama aja gak jadi titip absen kan…? Hampir setiap kali punya niat gak bener buat titip absen, pasti gagal. Mungkin emang gak diridhoin kali ya….? =P. Dan sampai sekarang, alhamdulillah belum pernah.. (Kalau ternyata udah, mungkin lupa…).

Kalo ada yang nitip, berarti ada yang dititipin. Nnah,, untuk yang satu ini jujur aja memang pernah. (Jadi merasa bersalah sama bapak dan ibu dosen T_T). Memang yang namanya menolak untuk tidak dititipkan sedikit sulit. Rasanya gimanaa gitu. Mau diabsenin kok kayaknya gak jujur banget. Kalau nolak kok kayaknya kesannya sombong. Sungguh dilemaaaa…. (hiperbola). Sedikit bingung memang masalah titip-menitip ini. Kalau nitip doa sih gak jadi masalah =D

Pasti tau kan kasus banyaknya calon wakil rakyat yang magkir dari rapat. Kursinya banyak yang kosong, tapi kok daftar hadir penuh? Bagaimana rasanya waktu denger berita itu? Mencak-mencak? Mencaci dan memaki mereka? Menghujat dan mengkritik kalau yang namanya wakil rakyat gak boleh gitu? Merasa dibohongi? Hmmm…. Coba kita pikir lagi.

Mereka, dulunya adalah mahasiswa. Sama seperti kita. Lalu akhirnya mereka berkesempatan untuk mewakili kita. Terpilih karena memang mendapat suara terbanyak, juga karena kompetensi mereka. Tapi masalah moral dan kejujuran? Itu tergantung pribadi masing-masing. Kalau sekarang mereka bisa-bisanya mangkir gak ikut rapat, kalaupun rapat malah tidur, bisa jadi itu cerminan kebiasaan mereka ketika masih berstatus mahasiswa. Yap, biasanya disebut “budaya“.

So, kalau kita sekarang udah terbiasa untuk gak jujur, contohnya ya titip absen seperti ini, mungkin ketika sampai pada masanya kita yang harus duduk di kursi terhormat sana, sikap kita gak akan jauh beda seperti mereka. ^_^.

Memang terlihat sepele absensi ini. Beberapa orang akan berkata “Yang penting kan ilmunya. Yang penting waktu ujian dateng. Yang penting bisa ngerjain ujiannya.“. Hm, bener juga sih pendapat seperti itu. Tapi, kalau semua orang berfikir begitu, buat apa ada perkuliahan tatap muka di kelas? ^_^.

Tidak masuknya seseorang juga memang gak melulu masalah bangun kesiangan. Bisa jadi memang ada urusan penting yang harus dikerjakan ketika jam perkuliahan. Misalnya ada pekerjaan di luar, atau mengurusi suatu acara yang bermanfaat bagi orang banyak, atau mengantarkan keluarga yang sakit. Kalau udah begini, sulit memang untuk tidak meninggalkan perkuliahan. Alhasil, titip absen tadi jadi pilihan. Tapi, apakah itu bisa dibenarkan? Hmm,,, untuk beberapa alasan, mungkin sebaiknya ada kebijakan tersendiri agar tidak menyulitkan para mahasiswa. Sedikit kasihan memang kalau sampai seorang mahasiswa gak bisa ikut ujian, cuma gara-gara absensi tidak mencapai 80%. Padahal bisa jadi bukan karena dia malas untuk datang.

Apakah titip absen adalah salah satu bentuk ketidakjujuran? Kalau pendapatku pribadi sih, iya.. Karena artinya kita sendiri yang tidak mentaati jadwal yang sudah kita pilih. Alangkah baiknya kita tetap mengusahakan diri untuk datang di setiap jadwal perkuliahan dan praktikum. Karena memang itulah kewajiban dan konsekuensi sebagai seorang mahasiswa. Kalaupun tidak bisa hadir, langsung saja menghadap ke dosen yang bersangkutan, lalu jelaskan apa alasan kita tidak bisa datang. Kalau mau lebih inisiatif dan lebih bertanggung jawab lagi, minta tugas pengganti atas ketidakhadiran kita tadi. Kalau begini, akan terlihat kalau kita memang bertanggungjawab. ^_^

Yan gjadi permasalahan memang kalau ternyata alasan kita tidak bisa diterima oleh dosen yang bersangkutan. Nah, yang seperti ini mungkin yang harus bisa diatasi. Butuh ada pengertian di antara dosen dan mahasiswa. Karena pada dasarnya peraturan dibuat bukan untuk menyulitkan siapapun. Ya tho….? ^_^

Tags: ,

One Response to “titip absen”

  1. #08 Says:

    ane pernah baca bahwa ada ustadz yang bilang titip absen itu tidak halal, ya alasannya kaya itu tadi, karena mirip korupsi…

    * untung belom pernah :D

Leave a Reply

bit torrents lotus karls mortgage calculator mortgage calculator uk Original premium news theme